BERKAT IRIGASI MU PNPM-MPd
SAWAH dan KOLAM KAMI PRODUKTIF
Pembangunan
siring irigasi desa Suka Pindah dimulai pada tanggal 27 Juni 2012, menghabiskan
biaya sebesar Rp.93.843.700. Dalam pelaksanaan di lapangan memang terdapat
kendala-kendala seperti cuaca yang tidak bersahabat. Namun, hal teserbut tidak
menyurutkan semangat pekerja dan TPK dilapangan untuk menyelesaikan pekerjaan
tersebut. Berbagai macam solusi dicari dan dibahas bersama FK/FT dan pelaku
tingkat desa serta unsur-unsur desa untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Hal
tersebut juga tidak terlepas dari dukungan Tim Fasiltator yang ada di
Kabupaten.
Irigasi
desa Suka Pindah berdasarkan perencanaan awal, yang akan dibangun sepanjang 490
M, lebar 40 cm dan kedalaman 55cm ini pada awalnya sudah berbentuk badan siring
non permanen (siring tanah biasa), tetapi dimensi/ukurannya dari patok yang
satu ke patok yang lain saat diukur tidak sama (karena hanya beberapa puluh
meter yang sudah terbentuk badan siring, yang lain masih tanah saja tanpa ada
badan siring), selain itu kelebaran badan siring yang sudah ada masih terlalu
sempit dan dipenuhi rumput dan sampah. Warga Desa Suka Pindah sangat berharap
siring tersebut dapat dibuat permanen. Karena sangat berpengaruh pada
persawahan mereka. Air irigasi dialirkan dari sungai Airmanjunto, dan sawah
yang membutuhkan air irigasi tersebut terbilang banyak.
Seiring
waktu, kendala-kendala yang terdapat di lapangan dapat teratasi. Pekerjaan
mulai menunjukan tanda-tanda penyelesaian baik dari segi fisik maupun
administrasi yang dikawal oleh FK/FT. Akhirnya pada tanggal 22 Nopember 2012
Bangunan siring irigasi Desa Suka Pindah di MDST kan. Kini pengairan sawah yang
dulunya kurang maksimal, kini terasa lebih baik,air lancar mengaliri
sawah-sawah warga, siring yang dulunya hanya ada sebagian, sekarang sudah
memutari semua areal sawah sampai ke ujung, semua sawah kebagian air. Petani
sudah bisa membajak sawah, dan bertanam padi. Siring yang awalnya cuma 490 M, dalam
rencana, setelah realisasi menjadi 506 M.
Warga menjadi lebih semangat memanfaatkan air irigasi tersebut, bukan
saja untuk pengairan/irigasi sawah tetapi juga dimanfaatkan untuk mendukung
usaha masyarakat lainnya seperti usaha budidaya ikan air tawar (kolam). Dan tentunya semua berharap, siring irigasi tersebut
dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lama, dan dipelihara sebaik mungkin,karena
bangunan tersebut adalah aset yang berharga untuk menunjang ekonomi warga desa
tersebut.
Penulis :
(Tutik Mayang Sari, S.T. FT
Kec. Lubuk Pinang)
