Jumat, 06 Desember 2013

USAHA KELOMPOK SPP

BERKAT PNPM MPd, BURUNG KU BERTELUR
Seiring dengan berjalannya pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan, pada tahun 2008 dana yang masuk ke kecamatan lubuk pinang sebanyak 3 miliar, akan tetapi dari dana tersebut hanya Rp 57.000.000, yang terserap ke SPP. Sehingga menjelang akhir  tahun 2008 melalui tahapan perencanaan, UPK melakukan sosialisasi ke desa mengenai simpan pinjam perempuan pada momen-momen pertemuan di tingkat desa maupun pertemuan non formal pada saat pengajian dan yasinan. Dengan adanya informasi tersebut beberapa ibu-ibu di desa Arah Tiga mulai berdiskusi tentang rencana pembentukan kelompok untuk mengajukan usulan ke PNPM Mandiri perdesaan. Sehingga pada tahap perencanaan tahun 2008 desa Arah Tiga mengajukan usulan SPP ke PNPM MPd untuk pendanaan tahun 2009. Adapun kelompok yang mengajukan adalah kelompok PKK yang di dalamnya Ibu Elma Kasnita sebagai pengurus kelompok, setelah dilakukan verifikasi oleh tim verifikasi reguler Hasil verifikasi menyatakan dari tiga kelompok yang diverifikasi, kelompok SPP PKK dinyatakan layak untuk mengikuti MAD Perangkingan. Setelah dilakukan MAD Perangkingan Kelompok SPP PKK mendapat rangking 2. Pada tanggal 15 September tahun 2009 kelompok SPP PKK memperoleh Pinjaman SPP sebesar Rp. 19.000.000, sedangkan ibu Elma Kasnita sendiri realisasi pinjaman sebesar Rp. 2.000.000,-
Dari pinjaman tersebut diatas ibu Elma Kasnita memulai usahanya dengan berternak burung puyuh,  usaha ini ditekuninya bersama suami. Karena selain sudah ada modal walaupun belum besar, suami ibu Elma mencoba belajar dari masa lalu tentang cara beternak burung puyuh. Untuk memulai usaha tersebut ibu Elma mencoba dengan membeli 2.000 ekor puyuh untuk dikembangkan, jumlah tersebut ditempatkan di belakang rumah dengan ukuran kandang 3 x 4 meter.
Pada tahun 2010 produksi menjadi menurun karena adanya penyakit tetelo & ND penyakit ini susah di obati sehingga pada saat tersebut burung puyuh mati sampai 1.000 ekor sehingga produksi menjadi menurun.  Namun demikian bukan berarti ibu Elma menyerah, akan tetapi tetap dilakukan upaya-upaya pencegahan baik dengan dilakukan sendiri maupun melalui bantuan pihak luar namun hasilnya tetap kurang maksimal.
Dalam menjalankan sebuah usaha, jatuh bangun adalah moto ibu Elma, sehingga pada tahun 2010 ketika kelompok SPP PKK lunas dan beberapa anggota banyak yang tidak melanjutkan lagi, sehingga ibu Elma mencari anggota baru dan membuat kelompok baru yang beri nama kelompok Putri Mawar II, adapun proposal di ajukan ke UPK melalui dana perguliran, hasil verifikasi tim verifikasi perguliran menyatakan layak di ikutkan di MAD Perguliran dan pada saat MAD kelompok Putri Mawar II mendapat rangking III, pada tanggal 15 Oktober 2010 kelompok Putri Mawar II cair sebesar Rp. 39.000.000, dan pinjaman ia sendiri hanya sebesar Rp. 5.000.000, dan pada awal tahun 2011 ia mencoba mengajukan pinjaman ke BRI guna menambah modal yang ada agar dapat menata kembali kondisi usaha yang sempat melemah. 
Setelah mengalami masa-masa kritis diatas, seiring dengan perkembangan waktu, dan masyarakat baik di desa maupun luar desapun sudah banyak yang mengenal telur dan daging puyuh. Maka pada tahun 2011 usaha ibu elma mulai berkembang kembali. Hingga saat ini sudah aset diantaranya areal usaha seluas 1,5 Ha. Dengan investasi sebesar 100.000.000, yang terdiri dari  Bedengan, Kandang dan kawat anti karat dan Gilingan jagung. Kapasitas kandang saat ini yaitu 10.000, ekor burung puyuh yang didukung penerangan listrik 20 watt. Bibit selalu diganti setiha 1,5 tahun.
Kondisi produksi pada tahun 2013 ini sudah mencapai 6.000, ekor puyuh. Dari jumlah tersebut bisa menghasilkan 3.000 butir telur/hari. Dengan harga jual puyuh Rp. 5.000/ekor  sedangkan untuk telur Rp.250/butir. Jadi penghasilan bruto dari penjualan telur puyuh mancapai Rp. 750.000,/hari. (syaiful FK Lubuk Pinang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar