Kamis, 19 Desember 2013

AIR SUMBER KEHIDUPAN BAGI KAMI

BERKAT IRIGASI MU PNPM-MPd
SAWAH dan KOLAM KAMI PRODUKTIF


 

Pembangunan siring irigasi desa Suka Pindah dimulai pada tanggal 27 Juni 2012, menghabiskan biaya sebesar Rp.93.843.700. Dalam pelaksanaan di lapangan memang terdapat kendala-kendala seperti cuaca yang tidak bersahabat. Namun, hal teserbut tidak menyurutkan semangat pekerja dan TPK dilapangan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Berbagai macam solusi dicari dan dibahas bersama FK/FT dan pelaku tingkat desa serta unsur-unsur desa untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Hal tersebut juga tidak terlepas dari dukungan Tim Fasiltator yang ada di Kabupaten.
Irigasi desa Suka Pindah berdasarkan perencanaan awal, yang akan dibangun sepanjang 490 M, lebar 40 cm dan kedalaman 55cm ini pada awalnya sudah berbentuk badan siring non permanen (siring tanah biasa), tetapi dimensi/ukurannya dari patok yang satu ke patok yang lain saat diukur tidak sama (karena hanya beberapa puluh meter yang sudah terbentuk badan siring, yang lain masih tanah saja tanpa ada badan siring), selain itu kelebaran badan siring yang sudah ada masih terlalu sempit dan dipenuhi rumput dan sampah. Warga Desa Suka Pindah sangat berharap siring tersebut dapat dibuat permanen. Karena sangat berpengaruh pada persawahan mereka. Air irigasi dialirkan dari sungai Airmanjunto, dan sawah yang membutuhkan air irigasi tersebut terbilang banyak.
Seiring waktu, kendala-kendala yang terdapat di lapangan dapat teratasi. Pekerjaan mulai menunjukan tanda-tanda penyelesaian baik dari segi fisik maupun administrasi yang dikawal oleh FK/FT. Akhirnya pada tanggal 22 Nopember 2012 Bangunan siring irigasi Desa Suka Pindah di MDST kan. Kini pengairan sawah yang dulunya kurang maksimal, kini terasa lebih baik,air lancar mengaliri sawah-sawah warga, siring yang dulunya hanya ada sebagian, sekarang sudah memutari semua areal sawah sampai ke ujung, semua sawah kebagian air. Petani sudah bisa membajak sawah, dan bertanam padi. Siring yang awalnya cuma 490 M, dalam rencana, setelah realisasi menjadi 506 M.  Warga menjadi lebih semangat memanfaatkan air irigasi tersebut, bukan saja untuk pengairan/irigasi sawah tetapi juga dimanfaatkan untuk mendukung usaha masyarakat lainnya seperti usaha budidaya ikan air tawar (kolam). Dan tentunya semua berharap, siring irigasi tersebut dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lama, dan dipelihara sebaik mungkin,karena bangunan tersebut adalah aset yang berharga untuk menunjang ekonomi warga desa tersebut.
Penulis :    (Tutik Mayang Sari, S.T. FT Kec. Lubuk Pinang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar