BERKAT PNPM MPd, BURUNG KU BERTELUR
Seiring dengan
berjalannya pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan, pada tahun 2008 dana
yang masuk ke kecamatan lubuk pinang sebanyak 3 miliar, akan tetapi dari dana
tersebut hanya Rp 57.000.000,
yang terserap ke SPP. Sehingga menjelang akhir tahun 2008 melalui tahapan perencanaan, UPK melakukan
sosialisasi ke desa mengenai simpan pinjam perempuan pada momen-momen pertemuan
di tingkat desa maupun pertemuan non formal pada saat pengajian dan yasinan.
Dengan adanya informasi tersebut beberapa ibu-ibu di desa Arah Tiga mulai berdiskusi tentang rencana
pembentukan kelompok untuk mengajukan usulan ke PNPM Mandiri perdesaan.
Sehingga pada tahap perencanaan tahun 2008 desa Arah Tiga mengajukan usulan
SPP ke PNPM MPd untuk pendanaan tahun 2009. Adapun kelompok yang mengajukan
adalah kelompok PKK yang di dalamnya Ibu Elma Kasnita sebagai pengurus kelompok,
setelah dilakukan verifikasi oleh tim verifikasi reguler Hasil verifikasi
menyatakan dari tiga kelompok yang diverifikasi, kelompok SPP PKK dinyatakan
layak untuk mengikuti MAD Perangkingan. Setelah dilakukan MAD Perangkingan Kelompok SPP PKK mendapat
rangking 2. Pada tanggal 15 September tahun 2009 kelompok SPP PKK memperoleh
Pinjaman SPP sebesar Rp. 19.000.000, sedangkan ibu Elma Kasnita sendiri realisasi
pinjaman sebesar Rp. 2.000.000,-
Dari pinjaman
tersebut diatas ibu Elma Kasnita memulai usahanya dengan berternak burung
puyuh, usaha ini ditekuninya bersama
suami. Karena selain sudah ada modal walaupun belum besar, suami ibu Elma
mencoba belajar dari masa lalu tentang cara beternak burung puyuh. Untuk
memulai usaha tersebut ibu Elma mencoba dengan membeli 2.000 ekor puyuh untuk
dikembangkan, jumlah tersebut ditempatkan di belakang rumah dengan ukuran
kandang 3 x 4 meter.
Pada tahun 2010
produksi menjadi menurun karena adanya penyakit tetelo & ND penyakit ini susah di obati sehingga pada saat
tersebut burung puyuh mati sampai 1.000 ekor sehingga produksi menjadi
menurun. Namun demikian bukan berarti
ibu Elma menyerah, akan tetapi tetap dilakukan upaya-upaya pencegahan baik
dengan dilakukan sendiri maupun melalui bantuan pihak luar namun hasilnya tetap
kurang maksimal.
Dalam menjalankan
sebuah usaha, jatuh bangun adalah moto ibu Elma, sehingga pada tahun 2010
ketika kelompok SPP PKK lunas dan beberapa anggota banyak yang tidak
melanjutkan lagi, sehingga ibu Elma mencari anggota baru dan membuat kelompok
baru yang beri nama kelompok Putri Mawar II, adapun proposal di ajukan ke UPK
melalui dana perguliran, hasil verifikasi tim verifikasi perguliran menyatakan
layak di ikutkan di MAD Perguliran dan pada saat MAD kelompok Putri Mawar II
mendapat rangking III, pada tanggal 15 Oktober 2010 kelompok Putri Mawar II
cair sebesar Rp. 39.000.000, dan pinjaman ia sendiri hanya sebesar Rp.
5.000.000, dan pada awal tahun 2011 ia mencoba mengajukan pinjaman ke BRI guna
menambah modal yang ada agar dapat menata kembali kondisi usaha yang sempat melemah.
Setelah mengalami
masa-masa kritis diatas, seiring dengan perkembangan waktu, dan masyarakat baik
di desa maupun luar desapun sudah banyak yang mengenal telur dan daging puyuh.
Maka pada tahun 2011 usaha ibu elma mulai berkembang kembali. Hingga saat ini sudah
aset diantaranya areal usaha seluas 1,5 Ha. Dengan investasi sebesar
100.000.000, yang terdiri dari Bedengan,
Kandang dan kawat anti karat dan Gilingan jagung. Kapasitas kandang saat ini
yaitu 10.000, ekor burung puyuh yang didukung penerangan listrik 20 watt. Bibit
selalu diganti setiha 1,5 tahun.
Kondisi produksi pada
tahun 2013 ini sudah mencapai 6.000, ekor puyuh. Dari jumlah tersebut bisa
menghasilkan 3.000 butir telur/hari. Dengan harga jual puyuh Rp.
5.000/ekor sedangkan untuk telur
Rp.250/butir. Jadi penghasilan bruto dari penjualan telur puyuh mancapai Rp.
750.000,/hari. (syaiful FK Lubuk Pinang)



